Home >Unlabelled > TUKUL ARWANA “Kembali ke Lap … top!!!”
TUKUL ARWANA “Kembali ke Lap … top!!!”
Posted on Thursday, 30 August 2012 by Unknown
TUKUL ARWANA
“Kembali ke Lap … top!!!”
Kalimat itulah yang akhirnya jadi khas dan menjadi “trade mark” untuk acara “Empat Mata” yang disiarkan oleh Trans7 (TV7). Cuman kesan yang muncul di masa awal penanyangannya adalah kesan … nih host acara koq harafiah banget … Lazimnya, ketika obrolan dengan bintang tamu mulai meluas dan tidak fokus, pembawa acara/host akan segera memotong pembicaraan dengan ucapan ; “kembali ke pertanyaan”, “kembali ke topik” … eh Tukul Arwana dengan enaknya ngomong …
“Kembali ke Lap … top!!!”
Kepindahan M. Farhan dari TRANSTV ke ANTV merupakan sebuah langkah yang cukup menarik perhatian khalayak pertelevisian di Indonesia. ANTV yang saat itu benar-benar tidak bergairah, begitu FARHAN masuk menjadi salah satu konseptor format acara ANTV, tidak lama kemudian ANTV mulai memperlihatkan perubahan-perubahan signifikan. Setelah sukses membawakan LEPAS MALAM di TRANSTV, Farhan berhasil membuat sebuah talk show di ANTV … dengan identitas dia yang lebih terekspose. Tidak tanggung-tanggung acara tersebut dilabeli “OM FARHAN”. Tidak lama “Om Farhan” menjadi salah satu unggulan ANTV. Hampir tiap hari kita disuguhi obrolan-obrolan yang ringan sekaligus mendalam. Kita tidak ragu, kalau M Farhan memang seorang konseptor acara dan sekaligus host yang kreatif.
Sementara itu, di stasiun TV lain (saat itu masih TV7), setiap Minggu malam, hadir sebuah acara talkshow serupa dan yang mengejutkan, acara tersebut dibawakan oleh Tukul Arwana, seorang komedian. Bisa dibayangkan, “kekhawatiran” penonton ketika melihat seorang komedian (yang naif, ndeso, katro’, dst) membawa acara yang teramat sangat “berat” dan “dalam” (paling tidak menurut saya). Ternyata “kekhawatiran” tersebut justru menjadi keasyikan tersendiri bagi penonton EMPAT MATA. Yang dirasakan adalah adanya kejutan dan keterkejutan. Bisa dibayangkan betapa Tukul Arwana yang sebelumnya tercitrakan ndeso tiba-tiba harus membawakan sebuah acara di mana dia harus berperan utama dan harus mampu membawa ritme acara tersebut dari awal sampai akhir.
Ketika (akhirnya) acara tersebut diformat harian, bisa menjadi alternatif acara yang cukup menggoda untuk ditonton. Seorang M Farhan, dengan “Om Farhan”-nya, akhirnya harus rela “didahului” 30 menit, oleh “Empat Mata” yang “dikemudikan” oleh Tukul.
Berprospeknya “Empat Mata” dibanding Om Farhan, bisa kita cermati dengan memilihnya Pepi untuk bergabung dengan EMPAT MATA. Kita tidak tahu, apakah karena diintimidasi oleh Tukul, kemudian Pepi lebih memilih bergabung dengan EMPAT MATA.
Kehadiran si Pepi, yang juga pernah hadir di “Om Farhan”, merupakan penyedap “Empat Mata”. Betapa tidak, Tukul (secara pribadi atau menurut arahan program director) tidak ragu untuk memberi porsi kepada Pepi untuk berperan sebagai co-host. Bukan tidak mungkin, clethukan dan senthilan si Pepi sudah juga menjadi kejutan yang kita tunggu. Hal yang sama juga diberikan kepada Vega “Ngatinem”, waitress di Barnya “Empat Mata”. Dalam hal ini, Tukul mempunyai kemampuan untuk berbagi dengan pendamping-pendampingnya. Mungkin baru ini, ketika seorang host tidak lagi dominan dalam mengantar sebuah acara.
Belum lagi, ketika kewibawaan host menjadi sebuah hal yang tidak lagi perlu dijaga. Betapa tidak, seorang bintang tamu “Empat Mata” dengan sah-sah saja melecehkan host acara. “Empat Mata” edisi Model, yang menghadirkan Donna Harun, Robby Tumewu, Arzeti Bilbina dan Olga (ExtravaganzABG), memperlihatkan bagaimana seorang HOST dicuekin oleh bintang tamunya. Inilah magnet lain “Empat Mata”.
(bersambung)
Muhammad Fajar - masfajarbagus[at]yahoo.com
Krapyak Wetan 98,
Panggungharjo,
Sewon, Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta